Waktu itu..
Ya saat itu..
Saat sirat kebanggaan untukku terlihat di matanya..
Ketika ku raih apa yang menjadi kebanggaannya
Sejenak aku lupa segala kesusahan dan pengorbanan untuk menggapai semuanya..
Asal dia bangga punya anak perempuan sepertiku.
Itu sudah cukup.
Tapi.. Saat ini..
Ya waktu ini..
Saat aku belum mampu lagi mencapai mimpi besarku..
Ketika tak dapat ku raih apa yang menjadi kebanggannya..
Sejenak aku teringat betapa aku membuatnya sedih..
Tak ada lagi sirat mata kebanggaan di wajahnya.. hanyalah pertanyaan yang tak pernah mampu ku jawab..
Mulut ini memang tak mampu menjawabnya ayah..
tidak ada kata yang bisa terucap di bibir untuk membuatmu mengerti..
Betapa aku juga ingin mencapai mimpi-mimpimu..
Betapa aku sudah melakukan segala yang ku bisa..
dan betapa aku tidak bisa menentukan jalan hidupku..
Bukankah Dia yang berkuasa untuk itu?
Bukankah itu yang pernah kau sampaikan padaku?
Dia pasti punya rencana lebih indah Ayah..
Aku pun tidak mengerti..tapi aku cuma bisa percaya..
dan berharap kau juga percaya..
Maafkan aku ayah..
Sampai saat ini Aku belum mampu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar