Semua perahu adalah milik Kristus. Perahu kita adalah tempat kita melewatkan hari,melakukan pekerjaan kita atau menjalani hidup kita.
Taksi yang mungkin kita kemudikan,
kantor perawatan gigi yang kita kelola,
rumah sakit yg kita layani,
keluarga yang kita pelihara,
kantor yang kita tempati,
semuanya milik Kristus
Kristus sebenarnya selalu menepuk bahu kita dan mengingatkan:
"Kau mengendarai truk-Ku"
"Kau memimpin sidang-Ku"
"Kau bekerja di tempat kerja-KU"
"Kau duduk di kantor-Ku
"Kau melayani di salah satu bagian rumah sakit-Ku"
Pandangan Allah jatuh pada pekerjaan di tangan kita. Hari2 Rabu kita sama berarti bagiNya seperti hari-hari Minggu kita.
Bersama Allah, pekerjaan kita sama pentingnya seperti penyembahan yang kita lakukan.
Ajaklah Kristus bekerja bersama kamu. Undanglah Dia untuk mengawasi waktu kerjamu dari pagi sampai sore.
Ia menunjukkan kepada Petrus di mana ia harus menebarkan jala.
Tidakkah Dia menunjukkan kepada kita juga kemana kita harus mentransfer dana, menyimpan dokumen,
atau apapun dalam pekerjaan kita?
Mari kita lihat Petrus!
Dia mengijinkan Yesus naik perahunya dan penangkapan ikannya berhasil.
Tetapi Petrus tidak terlalu memperhatikan berapa banyak ikan yang didapatnya. Ia tertarik pada Yesus, bukan Yesus si tukang kayu, bukan Yesus sang guru, bukan Yesus sang tabib. Petrus melihat Yesus, Tuhan yang cukup berkuasa
mengendalikan laut dan yang cukup baik melakukannya dari perahu seorang nelayan.
Simon Petrus ketika melihat itu lalu tersungkur di depan Yesus dan menyuruhNya pergi karna dia ngerasa tidak layak. Semnjak itu hidup Petrus berubah..
Seperti halnya Petrus dan jala-jalanya, seperti itu juga kita dan pekerjaan kita..
janji itu sama: Segala sesuatu berubah ketika kita menyerahkan perahu kita kepada Yesus..
dikutip dari "Cure For The Common Life-Max Lucado"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar