Semua yang terjadi dalam hidup..
Itulah yang terbaik..
No regret!!

Sabtu, 25 Mei 2013

Padang gurunmu bukan masalah bagiNya..

Mungkin saat ini,
saat kamu menoleh ke kiri ataupun ke kanan..
saat kamu melihat ke depan ataupun ke belakang
tidak ada yang terlihat selain padang gurun..
kegersangan, kemustahilan, ketiadaan harapan menceritakan padang gurunmu..

Dengarkan aku saat ini, ingatlah perkataanku..
Dia Allah yan tidak pernah melupakan janji-Nya untukmu..
Dalam janji-Nya hanya ada Ya dan Amen..
Jangan ada persungutan, jangan ada kekecewaan..

Seperti dituntun-Nya Israel dari tanah perbudakan menuju tanah perjanjian.
Seperti dibentangkan-Nya awan menjadi tudung dan api untuk menerangi malam umat-Nya..
Seperti didatangkan-Nya burung puyuh dan dikenyangkan umat-Nya..
Seperti diberikan-Nya kepada mereka negeri bangsa-bangsa sehingga mereka memiliki hasil jerih payah suku-suku bangsa..
Seperti itulah Allah beserta di setiap langkahmu melewati padang gurun..

Padang gurunmu tidak pernah menjadi masalah bagi-Nya..
sebab..
Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya kepadamu..

Lakukan segala pekerjaanmu dengan segenap hati seperti untuk Tuhan..


Semua perahu adalah milik Kristus. Perahu kita adalah tempat kita melewatkan hari,
melakukan pekerjaan kita atau menjalani hidup kita. 

Taksi yang mungkin kita kemudikan, 
kantor perawatan gigi yang kita kelola,
rumah sakit yg kita layani,
keluarga yang kita pelihara,
kantor yang kita tempati,
semuanya milik Kristus 

Kristus sebenarnya selalu menepuk bahu kita dan mengingatkan:
"Kau mengendarai truk-Ku"
"Kau memimpin sidang-Ku"
"Kau bekerja di tempat kerja-KU"
"Kau duduk di kantor-Ku
"Kau melayani di salah satu bagian rumah sakit-Ku"


Pandangan Allah jatuh pada pekerjaan di tangan kita. Hari2 Rabu kita sama berarti bagiNya seperti hari-hari Minggu kita. 


Bersama Allah, pekerjaan kita sama pentingnya seperti penyembahan yang kita lakukan.


Ajaklah Kristus bekerja bersama kamu. Undanglah Dia untuk mengawasi waktu kerjamu dari pagi sampai sore.
Ia menunjukkan kepada Petrus di mana ia harus menebarkan jala.
Tidakkah Dia menunjukkan kepada kita juga  kemana kita harus mentransfer dana, menyimpan dokumen,
atau apapun dalam pekerjaan kita?


Mari kita lihat Petrus!
Dia mengijinkan Yesus naik perahunya dan penangkapan ikannya berhasil.
Tetapi Petrus tidak terlalu memperhatikan berapa banyak ikan yang didapatnya. Ia tertarik pada Yesus, bukan Yesus si tukang kayu, bukan Yesus sang guru, bukan Yesus sang tabib. Petrus melihat Yesus, Tuhan yang cukup berkuasa
mengendalikan laut dan yang cukup baik melakukannya dari perahu seorang nelayan.
Simon Petrus ketika melihat itu lalu tersungkur di depan Yesus dan menyuruhNya pergi karna dia ngerasa tidak layak. Semnjak itu hidup Petrus berubah..



Seperti halnya Petrus dan jala-jalanya, seperti itu juga kita dan pekerjaan kita..
janji itu sama: Segala sesuatu berubah ketika kita menyerahkan perahu kita  kepada Yesus..



dikutip dari "Cure For The Common Life-Max Lucado"

Senin, 01 April 2013

Episode terbaik

Tiada yang tahu bagaimana hari esok...
Siapa yang tahu?
aku pun tak pernah tahu..

Hari ini air mata kembali mengalir..
Kemarin juga begitu..
Bagaimana dengan besok?
Tiada yang tahu..

Namun,
Satu hal yang aku tahu..
Aku tidak pernah sendiri menjalani semuanya.
Satu hal yang aku tahu,.
Tuhan sedang bekerja..

Kenapa harus kita ataupun aku memaksaNya untuk menyelesaikan segera..
Kenapa harus kita ataupun aku mempertanyakan pekerjaanNya..
bukankah kita ataupun aku yang tidak pernah tahu apa yang terjadi besok?

Tuhan, Kau saja yang tahu betapa tiada habis-habisnya pertanyaan manusia akan masa depanku..
Mereka kasihan, mereka meragukan..
Tuhan, Kau saja yang tahu betapa aku juga tidak pernah tahu apa rencanaMu, seperti apa, dan entah kapan..
Yang aku tahu semuanya pasti indah..bukan karena kerja kerasku..tapi karena belas kasihanMu..
Aku cuma bisa percaya Tuhan..
Percaya segala sesuatu yang terjadi yang Tuhan ijinkan adalah episode-episode terbaik yang pernah ada..
Bagian kehidupan yang tak akan pernah aku sesali..
Bagian kehidupan sebagai saksi aku ini percaya padaMu..

Aku mau percaya untuk melihat Tuhan..
bukan melihat untuk percaya..
Kuatkan aku dalam imanku yang rapuh akan Engkau..

Maafkan aku Ayah

Sungguh ku masih mengingat..

Waktu itu..
Ya saat itu..
Saat sirat  kebanggaan untukku terlihat di matanya..
Ketika ku raih apa yang menjadi kebanggaannya
Sejenak aku lupa segala kesusahan dan pengorbanan untuk menggapai semuanya..
Asal dia bangga punya anak perempuan sepertiku.
Itu sudah cukup.

Tapi.. Saat ini..
Ya waktu ini..
Saat aku belum mampu lagi mencapai mimpi besarku..
Ketika tak dapat ku raih apa yang menjadi kebanggannya..
Sejenak aku teringat betapa aku membuatnya sedih..
Tak ada lagi sirat mata kebanggaan di wajahnya.. hanyalah pertanyaan yang tak pernah mampu ku jawab..

Mulut ini memang tak mampu menjawabnya ayah..
tidak ada kata yang bisa terucap di bibir untuk membuatmu mengerti..
Betapa aku juga ingin mencapai mimpi-mimpimu..
Betapa aku sudah melakukan segala yang ku bisa..
dan betapa aku tidak bisa menentukan jalan hidupku..

Bukankah Dia yang berkuasa untuk itu?
Bukankah itu yang pernah kau sampaikan padaku?
Dia pasti punya rencana lebih indah Ayah..
Aku pun tidak mengerti..tapi aku cuma bisa percaya..
dan berharap kau juga percaya..

Maafkan aku ayah..
Sampai saat ini Aku belum mampu...

Rabu, 27 Maret 2013

MIMPI



Aku punya itu ketika aku mulai mengenal Dia Sang Pencipta

Mimpi bagiku adalah sesuatu yang sangat berharga di dunia
Karena tak semua memiliki mimpi.. tak semua memikirkannya..
Bagi sebagian orang, hidup seperti aliran air..
dan mereka mengatakan "Biarkan hidupmu mengalir bagaikan air mengalir"

Tapi bagiku hidup adalah tempatku bermimpi..tempat ku mewujudkannya..
Mimpi..menjadi makanan enak bagi jiwaku,
Sehingga menjadi energi menjalani hari-hariku..
Hingga suatu saat, mimpi itu seakan menjadi makanan terpahit yang pernah ada
Saat itu adalah saat aku merasa tak kuasa menggapainya..
Usaha sudah dilakukan, doa sudah dipanjatkan..
Tapi semakin jauh ku rasa untuk sekedar melihat keberadaannya..

Ada rasa untuk membungkamnya, menguburnya dalam-dalam..tidak memikirkannya lagi
“Mungkin itu yang Dia inginkan”, pikirku.
Tapi Dia yang memperkenalkanku untuk punya mimpi, masakan Dia juga yang memintaku menguburkannya..
“Rasanya tidak mungkin”
Lalu apa yang salah..

“Aku punya rencanaKu untukmu..”
“ Aku punya waktuKu sendiri ..”, bisikNya dalam hatiku.
“Hanya janganlah pernah berhenti bermimpi.. karena ketika kau berhenti bermimpi, kau tidak akan pernah mencapai tujuan mengapa kau Kuciptakan”

Selasa, 26 Maret 2013

Why should I?


Wah.. ternyata aku pernah buat blog.haha..
Lucu juga, aku lupa kalau aku pernah membuat blog. Tadinya mau buat blog baru, tapi waktu mau sign up.. eh aku udah pernah buat ternyata. Yah aku lanjutkan sajalah ya.hehe

Seperti judulnya.. "Why should I?" 


Kenapa aku harus melanjutkan menulis blog ini?
I don't even have a brilliant answer for this "Why should I?"

Untuk berbagi? tidak juga. Untuk menginspirasi? tidak juga. Untuk kedua-keduanya? mungkin iya.hehe..  

Aku hanya berharap bisa jujur dan rajin untuk menulis blog ini. Kenapa harus jujur? karena kejujuran adalah yang salah satu hal yang bisa mengubah hidup seseorang. Kenapa harus rajin? karena menulis blog itu gak mudah, butuh ketekunan. Apalagi ketika kita punya satu visi besar untuk ini. 

Semoga memberkati setiap orang yang membacanya..